-

February 07, 2010

Musnahnya Masjid Raya Pekanbaru

Isak tangis melanda warga Pekanbaru dan masyarakat Riau umumnya. Sebuah Masjid yang telah mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi lenyap sudah. Musnahnya Masjid Raya Pekanbaru. Saat ini ketika berkunjung ke lokasi pemugaran atau revitalisasi Mesjid Raya Pekanbaru, janganlah terkejut kalau bentuk mesjid raya yang asli sudah tidak ditemukan lagi. Yang akan kita jumpai hanya puing-puing belaka. Mesjid yang dibangun sekitar 100 tahun lalu itu sudah berubah bentuk menjadi mesjid "modern" kata mereka.


Musnahnya+Masjid+Raya+Pekanbaru

Sebelum ini terjadi Mesjid Raya yang didominasi warna kuning itu hanya satu lantai, kini telah berubah menjadi dua lantai. Ukurannya juga lebiuh besar dari mesjid yang lama. Bahkan yang sangat disayangkan, sumur tua yang ada di samping mesjid sudah ditiadakan.


Padahal sumur tua itu sangat dikenal sampai ke Malaysia dan Singapura yang diyakini airnya bertuah dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Wisatawan Malaysia dan Singapura yang datangke tempat itu sering membawa airnya sebagai oleh-oleh penyembuh penyakit.


Hilangnya bentuk asli Mesjid Raya ini sangat disesalkan oleh bberapa toko masyarakat. Misalnya saja Annas Aismana, salah seorang tokoh pemuda mengaklu menyelesalkan program revitalisasi Mesjid Raya Pekanbaru yang menghilangkan bentuk aslinya.


Program revitalisasi yang dilakukan terhadap Mesjid Raya itu telah menghilangkan salah satu bukti sejarah Kerajaan melayu di Riau. Malah telah menjadi cagar budaya nasional, bahkan dikenal dunia. Seharusnya keaslian mesjid ini terus dijaga.


Kini apa yang bisa kita perbuat, nasi telah menjadi bubur. Masjid Raya Pekanbaru yang menjadi Landmark wisata religi dan budaya Pekanbaru itu tinggal kenangan. Bagaimana pendapat kawan-kawan tentang hal ini? Silakan share dikolom komentar.


Informasi PON Riau 2012, Wisata, Seni dan Budaya, Kuantan Singingi, Pekanbaru dan Riau umumnya melalui sudut pandang seorang Blogger yang berasal dari Sungai Kuantan


Baca Juga Artikel Pekanbaru Riau Dibawah ini:

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.sungaikuantan.com di inbox anda:

Comments :

24 komentar to “Musnahnya Masjid Raya Pekanbaru”

Ini yang sangat disayangkan bagi Budaya yang telah lama berdiri!!! tiada menjadi perhatian masyarakat sekitarnya

Ronaldo Rozalino said...
on 

Mereka itu tak mengerti apa pura-pura tak paham?
Silahkan baca ini
Bagaimana orang lain menghargai warisan budayanya:
http://catatan-pakngah.blogspot.com/2010/01/geelong-kapel-tua-di-deakin-university.html hehehe gak bisa dibuat link ya?

Pak Ngah said...
on 

PROYEK OH PROYEK
MAKANLAH PROYEK TU

Anonymous said...
on 

Merenovasi tidak perlu menghilangkan bentuk asli, apalagi yang direnovasi salah satu cagar budaya yang memiliki nilai sejarah.
Salam dari Pekalongan.

M Mursyid PW said...
on 

wah...padahal belum sempat berkunjung ke sana.
saya suka sekali dengan sejarah melayu islam, terutama daerah riau.

sayang sekali blm bisa melihat bangunan asli masjid raya pekanbaru, ternyata sudah di-rehab..

TheRudi said...
on 

lirih dan miris rasanya hati sebuah heritage dihancurkan begitu saja

Munir Ardi said...
on 

huh.. mesjid aj digituin.. biadab tuh orang

gado gado said...
on 

sangat di syangkan sahabat seharus nilai sejarah bentuk sejarah itu di abadikan.....tidak etis banget pmrinthannya

info windows 8 said...
on 

kepedulian pada hasil peradaban hanya terasa apabila,,,,,,.
ayo lestarikan !
tx ya bos

shalimow said...
on 

masya allah.....

T. Wahyudi said...
on 

Meskinya Pemko Pekanbaru harus bercermin pada Pemda Siak.

ribzah said...
on 

Sebenarnya untuk apa masjid bermegah-megah, kalau kita tidak bisa memenuhinya untuk shalat berjamaah..Paling2 penuh saat shalat Jum'at, Awal malam2 Bulan Ramadhan, Shalat Ied...Kata salah seorang mubaligh, itu pertanda sudah dekatnya kiamat, bermegah2 membangun masjid tapi tidak memakmurkannya dengan shalat berjamaah.... :(

Anonymous said...
on 

BAngunan cagar bersejarahnya dipagar dan tidak dihancurkan

Kris said...
on 

ikut prihatin dengan penghancuran salah satu hasil budaya bernilai tinggi Melayu....

saya sebagai orang yang baru saja membantu Dinas Kebudayaan dan Pariwista Prov Riau untuk 'master plan' kebudayaan Melayu 2020,sangat terkejut--yang dilanjutkan dengan menangis....wah.. kalau masjid yang menjadi ikon kemelayuan Riau saja dihilangkan... bagaimana mewujudkan VISI RIAU 2020 yang dicanangkan Gubernur Riau ya... sedih...sedih sedih...

untuk mengingkatkan kehebatan masjid Raya Pekanbaru, kami sajikan karakteristik Masjid Raya Pekanbaru--hasil pengamatan Tim Pusat Studi Kebudayaan UGM pada bulan Juni 2009 lalu..


1. kubahnya yang berwarna kuning dilengkapi dengan menara
2.Serambi dan dinding depan masjid dan jendela berbentuk lengkung tipe Roman Arch, sedangkan serambi samping menggunakan lengkung bertipe Tudor Arch.
3. adaya hiasan sulur dan tulisan arab
4. ventilasi angat bagus sehingga orang yang ada di dalam masjid tidak kepanasan
5. Mimbar berbentuk seperti tandu
6. sumur tua ada di barat laut masjid

semoga diingat... karena karakteristik di atas sudah tidak akan ada lagi....

Dr. Widya Nayati, M.A
Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM
Dosen Arkeologi Islam, Jurusan Arkelogi UGM
contact widyanayati@yahoo.com

Anonymous said...
on 

orang luar aja prihatin MO
gimana dengan kita?

attayaya said...
on 

Om, memangnya sudah yakin semuanya hilang begitu saja termasuk benda-benda bersejarahnya??
pagar konstruksinya sudah dibuka dan bisa dilihat didalamnya sehingga anda menyimpulkan demikian tak tersisa sama sekali??

Anonymous said...
on 

Apakah hobi petinggi-petinggi di pekanbaru memang menghilangkan nilai sejarah atau icon-icon awal berdirinya kota pekanbaru... contohnya dulu stadion hangtuah (kini hanya tinggal nama), sekarang mesjid kebanggaan kota pekanbaru (mesjid Raya pekanbaru), terus rencananya tak lama lagi gedung dang merdu, dibangun menara bank riau. apakah tak ada lagi lahan dipekanbaru yang bisa dibangun lagi???????

Ade said...
on 

Selamat dengan award nya ya.. ok.. linknya dah saya pasang sob.

Wall Beds said...
on 

Renovasi sih sah2 aja,kalau bisa tetap mencerminkan bentuk awal nya,dan tetap menjaga arsitekturnya atau ciri khas nya,kalau masalh sumur say setuju di hilangkan aja nanti banyak yang syirik minta kesembuhan ma sumur lebih gwt lg kan.

marsyah said...
on 

sayang sekali, salah satu bangunan Melayu yang bersahaja yang sangat saya sukai di Pekanbaru telah hancur di runtuhkan anak negeri sendiri. Alhamdulillah saya masih sempat mengunungi bangunan asli Mesjid beberapa tahun yang lalu.

botsosani said...
on 

Pengurus Mesjidnya kacau,
tak tau sejarah kerna leluhurnyo dulu pedagang, lalu skrg anak cucunyo jd pengurus situs sejarah tu seenaknya saja merombak2 serta menghilangkan nilai sejarahnyo.

didekat kuburan Rajo dibuat WC umum, kacau-kacau-kacau!
Macam tak ado tempat lain.

Anonymous said...
on 

kalau pun Pemda Riau mau mengembangkan dan ingin membuat lebih Moderen tidak harus memugar bentuk yg ASLInya...ini lah orang2 PEMDA yg tdk mengerti sejarah Mesjid Raya.

Sebagai pembanding :
Tanah Haram Makkah juga terjadi pembangunan tetapi Bangunan KAKBAH tdk ada perubahan...yg di bangunan adalah kelilingnya dan banguan lama tetap ada dan dirawat.

Bangunan Mesjid Raya Senapelan Pekanbaru membuat hati ini teriris meyaksikan pemugaran banguan besar2 yg tdk MEMIKIRKAN aspek Sejarah Agama...ini renovasi banguan yg ke "BABLASAN"

Serta sumur tua disamping Mesjid Raya di timbun (ditutup)...???, sumur ini tdk pernah kering meskipun kemarau berkepanjangan

dari :
Tinggal sejak '76 disekitar Mesjid Raya
(didepan sekolah Nurul Falah)
Muhd Rika

emrika said...
on 

kalau pun Pemda Riau mau mengembangkan dan ingin membuat lebih Moderen tidak harus memugar bentuk yg ASLInya...ini lah orang2 PEMDA yg tdk mengerti sejarah Mesjid Raya.

Sebagai pembanding :
Tanah Haram Makkah juga terjadi pembangunan tetapi Bangunan KAKBAH tdk ada perubahan...yg di bangunan adalah kelilingnya dan banguan lama tetap ada dan dirawat.

Bangunan Mesjid Raya Senapelan Pekanbaru membuat hati ini teriris meyaksikan pemugaran banguan besar2 yg tdk MEMIKIRKAN aspek Sejarah Agama...ini renovasi banguan yg ke "BABLASAN"

Serta sumur tua disamping Mesjid Raya di timbun (ditutup)...???, sumur ini tdk pernah kering meskipun kemarau berkepanjangan

dari :
Tinggal sejak '76 disekitar Mesjid Raya
(didepan sekolah Nurul Falah)
Muhd Rika

emrika said...
on 

Program revitalisasi yang dilakukan terhadap Mesjid Raya itu telah menghilangkan salah satu bukti sejarah Kerajaan melayu di Riau..selain itu mereka tidak menghargai perjuangan nenek moyang membangun masjid yang penuh sejarah itu..terlaluuuuu...

wulan said...
on 

Bagaimana Pendapat Anda?

KOMENTAR Sobat Adalah Nyawa Blog All About Pekanbaru Riau ini, Tentunya Blog Sobat Juga, Jadi Kita Sesama Blogger Mari Saling Menghidupi... Hehehe....

Bagi yang BELUM PUNYA BLOG bisa pakai 'Comment As: name/URL. masukkan nama dan FS, FaceBook, Multiplay atau lainnya (contoh: http://facebook.com/nanlimo)

 

SungaiKuantan.Com Site Info


TopOfBlogs