-

April 17, 2011

Pasal Moncong Ikan

Dalam urusan moncong ikan ternyata orang Pulau Sumatera dan Kalimantan berkesepahaman. Mereka biasa membuang moncong ikan sebelum dimasak. Mungkin karena moncong ikan dianggap "nakal" sehingga harus dikerat sebelum dimasak. Berbeda dengan orang Pulau Jawa, mereka menganggap moncong ikan itu seni sehingga lebih artistik bila ikan terhidang lengkap dengan moncongnya.

Sejak lahir hingga lulus SMA saya tidak pernah keluar dari Sumatera. Lulus SMA saya hijrah ke Jawa untuk melanjutkan sekolah. Waktu pertama kali makan ikan di Jawa, saya agak kurang nyaman bila harus makan ikan lele, ikan emas, ikan gurami atau ikan apa saja yang dimasak utuh, selalu tanpa dikerat moncongnya.

Hal sebaliknya terjadi sewaktu travelling ke Kalimantan beberapa tahun lalu bersama kawan-kawan sekantor dari Jakarta (yang sebagian besar lahir, besar dan dewasa di Pulau Jawa), mereka merasa aneh disajikan hidangan ikan dengan moncong sudah dikerat. Bagi mereka ikan tanpa moncong itu aneh….

Cara Sumatera dan Kalimantan: Tanpa Moncong


Cara Jawa: Dengan Moncong

Informasi PON Riau 2012, Wisata, Seni dan Budaya, Kuantan Singingi, Pekanbaru dan Riau umumnya melalui sudut pandang seorang Blogger yang berasal dari Sungai Kuantan


Baca Juga Artikel Pekanbaru Riau Dibawah ini:

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.sungaikuantan.com di inbox anda:

Comments :

17 komentar to “Pasal Moncong Ikan”

Kalau masih ada moncongnya..kita agak segan makan nya ... mungkin rasa kebinatangannya masih kuat...hehe

Elong Bujang said...
on 

Saya juga ngerasin makan ikan panggang utuh di bandung, semua isinya terlanjur saya makan dan saya tdk menikmatinya dg bebas, berbeda dg kebiasaan di keluarga saya dari kecil, makan ikan bisa kita nikmati dg bebas

Yanie said...
on 

Salam dari Kuansing

Mr. Udin said...
on 

Mantavvvv

Bengkalis said...
on 

Weh..jadi laperrr!!

ivan kavalera said...
on 

sepertinya kalo nggak ada moncongnya kok kurang lengkap yaa

shanushy0809 said...
on 

iya... kalo bertamu ke saudara2 yg jawa selalu ikannya disuguhin dengan moncongnya juga. asalannya lebih enak plus lebih manis. hehe mungkin karena udah terbiasa kali, makanya di bilang lebih enak. :D

Nova Maya Sari said...
on 

hmmm yummy bgt tuh,,,,,
pasti enak bgt deh...

xamthone plus said...
on 

meski nggak dimakan, sepertinya klo monccongnya dah nggak ada kok aneh ya....

Suke said...
on 

hehe...masing² daerah mempunya keunikan tersendiri cara penyajian ikannya...itulah keunikan indonesia yg terdiri dari berbagai suku dan adat yang ada

salam kenal

SEO Tools said...
on 

hhmmm...itulah keragaman budaya Indonesia..
jadi makin bangga dgn Indonesia.. :)

Anak Desa said...
on 

unik ya. lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. masing2 kita punya kebiasaan yang berbeda.

motogpindonesia said...
on 

pepuyu bakarnya rada nyeremin kang iia.. moncongnya nganga gtu :(

Belajar Photoshop said...
on 

whahah.. tampang ikannya ko jadi gitu ya?!?! awalnya emang udah gtu atau gmn?!?!

Merliza said...
on 

Minal Aidin Walfaizin ...Mohon maaf lahir dan bathin

Info Meranti said...
on 

ada moncong ataupun nggak yang penting rasanya menggugah selera.

Sarip Husen said...
on 

kalau pendapat ane gan, lagi lapar sekarang, mikirnya mau makan ikan ini aja gan , ahahhahahaha ...

seribu android said...
on 

Bagaimana Pendapat Anda?

KOMENTAR Sobat Adalah Nyawa Blog All About Pekanbaru Riau ini, Tentunya Blog Sobat Juga, Jadi Kita Sesama Blogger Mari Saling Menghidupi... Hehehe....

Bagi yang BELUM PUNYA BLOG bisa pakai 'Comment As: name/URL. masukkan nama dan FS, FaceBook, Multiplay atau lainnya (contoh: http://facebook.com/nanlimo)

 

SungaiKuantan.Com Site Info


TopOfBlogs