-

October 29, 2009

Analisa Mitologi Minangkabau vs Mitologi Lubuk Jambi

Terlepas dari benar tidaknya sebuah mitologi, kesamaan cerita dalam mitos tersebut akan mengantarkan pada suatu titik terang. Tambo Minangkabau begitu indah didengar ketika pesta nikah kawin dalam bentuk pepatah adat menunjukkan kegemilangan masa lalu. Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi, dua cerita yang bertolak belakang. Minangkabau mengatakan bahwa nenek moyangnya adalah Sultan Maharaja Diraja putra Iskandar Zulkarnain yang berlabuh di puncak gunung merapi.

Air laut semakin surut keturunan Maharaja Diraja berkembang di sana hingga menyebar kebeberapa daerah di Sumatra. Lain halnya dengan tambo Lubuk Jambi, tambo itu mengatakan bahwa nenek moyangnya adalah Maharaja Diraja putra Iskandar Zulkarnain, berlabuh di Bukit Bakar dan membangun peradaban di sana. Dari Lubuk Jambi keturunan-keturunannya menyebar ke Minangkabau dan Jambi.

Namun tambo tidak menyebutkan tahun. Itulah sebabnya daerah ini dinamakan Lubuk Jambi yang berarti asalnya (lubuk) orang-orang Jambi. Menurut ceritanya, Kandis sejak kalah perang dalam ekspedisi Sintong dan penyembunyian peradaban mereka ceritanya disampaikan secara rahasia dari generasi ke generasi oleh Penghulu Adat atau dikenal dalam istilahnya ”Rahasio Penghulu”. Namun kebenaran cerita rahasia ini perlu dibuktikan.

Dari kedua tambo tersebut di atas, dapat ditarik benang merah yaitu ”sama-sama menyebutkan bahwa nenek moyang mereka adalah Iskandar Zulkarnain”. Tapi dalam catatan sejarah yang diketahui Iskandar Zulkarnain (Alexander the Great/ Alexander Agung) tidak mempunyai keturunan.

Informasi PON Riau 2012, Wisata, Seni dan Budaya, Kuantan Singingi, Pekanbaru dan Riau umumnya melalui sudut pandang seorang Blogger yang berasal dari Sungai Kuantan


Baca Juga Artikel Pekanbaru Riau Dibawah ini:

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.sungaikuantan.com di inbox anda:

Comments :

25 komentar to “Analisa Mitologi Minangkabau vs Mitologi Lubuk Jambi”

sipp.. sipp..
kupas tuntas tentang mitologi dan sejarah .. lanjutkan

Imoel said...
on 

Menambah wawasan, lepas dari kebenaran fakta di atas.

muchlisin said...
on 

Teruskan tulisanya dinda,,,selalu kaknda tunggu tulisan yang berhubungan dengan sejarah Sumatra dan Riau....Semoga berkah hiudp kita selalu!!!

Ronaldo Rozalino said...
on 

wah,,rumit juga ya kalo dipikir2

rezKY p-RA-tama said...
on 

saya pengen banget bahas sejarah kota saya juga :D
lagi nyiapin bahan dan aparatur pendanaan dan pencari berita hhehehe

Mas Doyok said...
on 

tambah lagi pengetahuanya, sejarah memang sangat penting bagi kita, oya salam kenal aja ya dari saya

berita unik

Berita Unik said...
on 

Gak kalah serunya Sejarah Kerajaan Siak dan Warisan Emas dari Sultan Syarif Kasim II untuk Indonesia bang.

Kris said...
on 

bahas sejarah ... sipppp

Ibnu Mas'ud said...
on 

Info tentang mitologi yang menarik nih. Tetapi apakah Iskandar Zulkarnain benar-2 tak memiliki keturunan..?

reni said...
on 

Hai... urang banjar iko, ambo datang bertamu :D

Menarik kesimpulan yang pasti dari sebuah mata rantai sejarah yang terputus-putus memang bukan pekerjaan yang mudah. Kesimpulan masing2 pihak pun tak dapat dipaksakan sama. Akhirnya, kesimpulan yang menggunakan referensi dan sanad yang lebih masuk akal pun menjadi sulit ditemukan. Apapun itu, yang penting ada nilai hikmah yang baik yang bisa diambil dari sejarah. Soal kebenaran yang paling sahih, ya... Tuhan saja yang paling tahu :)

(NB: Sori, Kawan. Baru bisa jalan2. Saya jadi jarang BW akhir2 ini, karena masalah seringnya mati lampu PLN kita ini. Kesal deh...!!)

Khery Sudeska said...
on 

selamat siang bro

zhamela said...
on 

Menarik sekali membahas sebuah mitologi tidak akan ada habisnya artikel menarik uda

Munir Ardi said...
on 

wah jadi yang mana neh fakta aslinya. malah tambah jadi bingung neh.

sewa mobil di surabaya said...
on 

sejarah memang gak 100% benar

travel perjalanan surabaya - denpasar said...
on 

hehe mungkin ini iskandar zulkarnaen yang keturunan orang jambi aseli xixixi bukan yg kaisar roma..

ducky said...
on 

pertanyaan yang sama dengan mbak reni. mohon jawabannya ya ^^

Henny Y.Caprestya said...
on 

menyikap dulu deh , soalnya saya nda tahu sama sekali soal mitologi ini

Ocim said...
on 

Terima kasih informasinya, akhirnya saya jadi tahu sejarahnya. terima kasih sobat.

Hitler Jr. said...
on 

sama-sama menyebutkan bahwa nenek moyang mereka adalah Iskandar Zulkarnain sementara dia sendiri tidak punya keturunan, la gimana ini. hanya Allah yang maha tahu.

Bisnis Online ala Eros said...
on 

Begitu to Mas sejarahnya...! Wow...Alexander the Great or Alexander Agung...hebat sekali!

Oiya, thank a lot for the visit.

pelangi anak said...
on 

Siip, mampir disini jadi menambah wawasan. Postingan mantap sobat. Selamat malam Nanlimo.

Newsoul said...
on 

Info mantap. Baca-baca disini jadi nambah wawasan. Nice post.

Newsoul said...
on 

nice article! very informative. check out philippines travel destinations

pinoyislands said...
on 

Ya, nama iskandar dzulkarnain hampir ada di dalam semua khazanah melayu (minangkabau, malaysia, riau, jambi, aceh, palembang dan daerah deli) dan sebagainya. semua dari wilayah tersebut pernah memiliki kerajaan melayu, ini bukti sejarah yang menandakan mereka saling bertalian.

Bukti tentang adanya pengaruh budaya greek (yunani) bisa dilihat dari kesamaan antara ukiran di rumah gadang minangkabau dengan ukiran pada kuil peninggalan bangsa yunani di Gandhara, kawasan Pakistan dan Afganistan. Motif ukiran sulur, buah anggur adalah ciri khasnya. Minangkabau seperti wilayah lain di Sumatera adalah bagian dari sejarah melayu juga, menghilangkan salah satu komponen berarti menghilangkan nilai dari sejarah itu sendiri. Saya melihat ada kecendrungan itu sekarang. Sejarah biarlah itu seperti adanya, pada masa lalu, semua wilayah itu memiliki andil besar dalam mempertahankan wujud melayu dalam artinya seluas-luasnya, pergeseran-pergeseran pusat kekuasaan itu terjadi,dari Jambi, Darmasraya, Pagaruyung, Palembang, Malaka, Johor dan akhirnya sampai ke riau, mereka semua itu melayu...

limpato said...
on 

kan katanya keturunan iskandar zulkarnain aja, jadi bisa saja iskandar zaman jenghis khan atau sriwijaya dulu atau setelahnya, yang pasti bukan raja cyrus atau dhul qain ataupun great alexander. zaman dulukan banyak juga nama yang sama, sampe sekarang, sepupu gue dua orang namanya iskandar zulkarnain sumpah. zaman nabi ibrahim ada iskandar yg dijuluki zulkarnain, cicit nabi ibrahim juga ada namanya iskandar, the great alexander yang katanya menikahi putrinya iskandar juga namanya. hanya saja pembuktian ilmiah harus ada jangan hanya asal klaim, bisa-bisa bikin malu nantinya, lagian ngapaian ngaku-ngaku keturunan raja yang penting ajaran yang disamapikan itu yang dijalankan

Anonymous said...
on 

Bagaimana Pendapat Anda?

KOMENTAR Sobat Adalah Nyawa Blog All About Pekanbaru Riau ini, Tentunya Blog Sobat Juga, Jadi Kita Sesama Blogger Mari Saling Menghidupi... Hehehe....

Bagi yang BELUM PUNYA BLOG bisa pakai 'Comment As: name/URL. masukkan nama dan FS, FaceBook, Multiplay atau lainnya (contoh: http://facebook.com/nanlimo)

 

SungaiKuantan.Com Site Info


TopOfBlogs