-

February 22, 2009

Potensi Listrik di Kuansing Capai 350 MW

Potensi Listrik di Kuansing Capai 350 MWHanya 20 % Masyarakat Kuansing Nikmati Listrik
Potensi Listrik di Kuansing -
Reses anggota DPRD Riau dapil Kuansing, Abu Bakar Sidiq terungkap bahwa di Kuansing terdapat potensi listrik dengan kapasitas 350 megawatt. 3 kali lipat potensi listrik di Koto Panjang.

Hasil reses anggota DPRD Riau daerah pemilihan (dapil) Kuansing, Abu Bakar Sidiq menyatakan bahwa secara umum masalah listrik, sarana jalan dan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi dan Pemkab/pemko ke depan dalam penyusunan anggaran.

Namun yang lebih unik, kata Abu, hasil reses ditemukan ternyata sebanyak 20 % masyarakat Kuansing di Kuansing yang bisa menikmati listrik. Selebihnya, selain kegelapan di malam hari, uang mereka terkuras untuk membiayai genset guna penerangan di malam hari.

Ironisnya, justru 80 % masyarakat Kuansing yang tidak menikmati listrik tinggal di kabupaten yang memiliki potensi listrik dengan besaran kapasitas mencapai 350 megawatt (MW).

"Menurut hasil penelitian Japanese International Corporate Agency (JICA), ternyata di Kuansing menyimpan potensi listrik yang bakal menjadi jawaban krisis listrik di Riau. Karena potensi listrik yang tersimpan di sungai Batang Kuantan hulu terutama di kawasan Lubuk Ambacang hingga kini tidak tergarap. Padahal apabila di kawasan tersebut dibangun PLTA, maka akan dapat diproduksi sumber energi listrik mencapai 350 megawatt," katanya.

Selain itu, tambahnya, di dalam perut bumi Kuansing, tepatnya di Cerenti dan Peranap tersimpan potensi batu bara dengan jumlah yang sangat banyak. Sumber di Dinas Pertambangan Riau menurut Abu menyatakan bahwa potensi batu bara tersebut tidak akan habis kendati di tambang hingga 80-an tahun lamanya.

Dengan keseluruhan potensi tersebut, seharusnya pihak pemerintah lebih giat untuk menarik investor agar mau menanamkan modalnya untuk membangun pembangkit tenaga listrik. Pemprov Riau diharapkan untuk menjemput bola bagi investor terutama investor yang mau menanamkan modalnya untuk membangun PLTA di Kuansing.

"Selain jemput bola, kendala yang dihadapi jika memang akan dibangun PLTS oleh investor di Kuansing adalah kebijakan pusat untuk sistem monopoli kelistrikan oleh PLN. Jika ketentuan yang menjadi kebijakan pusat pada sistem monopoli kelistrikan di Indonesia tidak di cabut atau di revisi, maka hal itu akan menjadi kendala besar pada pembangunan PLTA Kuansing," katanya.

Dan yang menjadi permasalahan adalah, dengan krisis listrik di Riau yang hingga kini belum ada jalan keluarnya, maka 80 % masyarakat Kuansing yang tidak menikmati listrik akan kegelapan lebih lama lagi. (Jum’at, 31 Agustus 2007)

Informasi PON Riau 2012, Wisata, Seni dan Budaya, Kuantan Singingi, Pekanbaru dan Riau umumnya melalui sudut pandang seorang Blogger yang berasal dari Sungai Kuantan


Baca Juga Artikel Pekanbaru Riau Dibawah ini:

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari www.sungaikuantan.com di inbox anda:

Comments :

5 komentar to “Potensi Listrik di Kuansing Capai 350 MW”

Sering banget daerah selalu dianak tirikan baik oleh pemprov maupun pempus...ironis sekali dengan program2 yang mereka jadikan mimpi buat rakyat kecil yang kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan dijanjikan

Baka Kelana said...
on 

pengelolaan Listrik di negara awak masih kacau..
msyarakat kecil.. masih blum dpt mengenyamm kekayaan alam ini...
ntar lagi na maw bikin prusahaan listrik pribadi,,
doakan ya....
siip..............

na90 said...
on 

Maaf Saja... Mana yang dikatakan potensi?Sampai sekarang kuansing masih saja membudayakan mati lampu secara bergilir... Kita sudah bayar segala bentuk administrasinya,nyatanya... malah terasa dirugikan... sekali lagi saya ucapkan sangat dirugikan...

Aku Orang Kuantan said...
on 

Assalamualaikum Wr Wb

Salam kenal, ikut unjuk comment nih...

Saya adalah orang Kuansing asli (khususnya desa Pulau Rengas, Pangean). Sejak 10 tahun yang lalu saya meninggalkan desa saya, hingga saat ini, tidak ada perubahan (kemajuan) yang berarti di desa saya. Listrik belum masuk, akses jalan baru kurang lebih setahun terakhir ini dilakukan perbaikan berarti. Lambat laun para penduduk mulai meninggalkan desanya, sehingga desa seperti yang "hidup segan mati tak mau", sepi dan nyaris tidak ada kemajuan di bidang lalu lintas ekonomi sedikitpun.

Setidaknya begitu lah penilaian saya terhadap perkembangan desa ku dalam kurun 10 tahun berlalu. Saya fikir penyebab utama hal ini adalah belum adanya penerangan yang masuk ke desa saya. Karena tanpa listrik aktivitas yang bisa dilakukan sangatlah terbatas. Dan akibatnya hal tersebut pun akan menghambat kegiatan dan lalu lintas perekonomian masyarakat.

Semoga Pemerintah khususnya Pemda setempat segera lah melakukan usaha-usaha yang maksimal agar desa-desa yang belum ada penerangan secepatnya bisa menikmati manfaat listrik, amiin.


Wassalam.

Rita Susanti said...
on 

ngomong2 masalah listrik jadi inget lagi cating sama kang amir eh lampunya mati di pekan baru ya???he he he salam kenal kang Idu yhaw Amir P Amir P koment balik ya he he

Adin marscell said...
on 

Bagaimana Pendapat Anda?

KOMENTAR Sobat Adalah Nyawa Blog All About Pekanbaru Riau ini, Tentunya Blog Sobat Juga, Jadi Kita Sesama Blogger Mari Saling Menghidupi... Hehehe....

Bagi yang BELUM PUNYA BLOG bisa pakai 'Comment As: name/URL. masukkan nama dan FS, FaceBook, Multiplay atau lainnya (contoh: http://facebook.com/nanlimo)

 

SungaiKuantan.Com Site Info


TopOfBlogs